Seiring berjalannya waktu dan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih membuat manusia semakin melupakan kebudayaan dan kesenian tradisional. Dengan keinginan pengurus desa Serang yang rindu untuk mengembangkan dan mempertahankan kebudayaan Jawa agar tetap diingat dan dikenal oleh generasi masa kini, untuk itu desa Serang secara rutin mengadakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan khas Jawa dengan mengajak masyarakan untuk berperan serta dalam kegiatan tersebut.Kebudayaan merupakan sebuah aset penting bagi berkembangnya dunia pariwisata dari sebuah daerah. Hal ini pula yang terjadi di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga. Selain pemandangan alam yang indah dengan berbagai macam komoditas pertanian yang ada, Desa Serang juga memiliki kebudayaan yang mengagumkan. Di tengah era modern yang berkembang dengan sangat pesat ini, masyarakat Desa Serang berusaha untuk melanggengkan kebudayaan yang telah diwariskan oleh leluhur mereka, sehingga anak cucu di masa yang akan datang masih bisa ikut menikmati luhurnya kebudayaan tersebut. Selain itu, mengingat status Desa Serang sebagai salah satu Desa Wisata yang ada di Jawa Tengah, masyarakat Desa Serang melaksanakan berbagai pertunjukan kebudayaan tersebut dengan maksud untuk menarik minat wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Setidaknya ada enam kebudayaan yang hidup berkembang di Desa Serang. 

Ruwat Bumi
Upacara ruwat bumi dilaksanakan setiap bulan Sura di setiap tahunnya. Upacara ini juga sering disebut sebagai Upacara Bersih Desa. Sebelum melaksanakan upacara ini perlu dilakukan serentetan ritual khusus dengan menggunakan berbagai jenis sesajen. Penentuan tanggalnya pun harus dihitung dengan cermat. Selanjutnya, masyarakat Desa Serang membuat gunungan per RW dari berbagai macam hasil pertanian, seperti buah stroberi, daun selada, tomat, terong, daun bawang, cabai, sawi, wortel, jagung, dan lain sebagainya.

Gunungan yang telah disusun tersebut diarak mengelilingi desa oleh warga. Seluruh perangkat desa, mulai dari Kepala Desa hingga Ketua RT, menggunakan pakaian adat Jawa atau sorjan memimpin arak – arakan di bagian depan. Berbagai kelompok kesenian masyarakat, mulai dari kelompok seni musik hingga kelompok seni tari, ikut meramaikan arak – arakan. Perangkat Desa Serang terus mengupayakan agar kegiatan ini berlangsung setiap tahunnya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat dan sekaligus sebagai upaya melestarikan budaya leluhur. Pemikiran tersebut juga telah melandasi pola pikir masyarakat Desa Serang sampai pada tahap merasa kurang jika tidak melakukan ruwat bumi. Mereka berpikir “Biasane diruwat kok ora diruwat, ya tandurane kena hama.

Setelah gunungan sampai di balai desa, gunungan hasil bumi tersebut akan diperebutkan oleh warga. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan potong tumpeng. Setelah itu, acara ruwat bumi ditutup dengan pagelaran wayang kulit. Acara ruwat bumi ini terbuka untuk umum. Sesuai pengalaman ruwat bumi yang telah dilaksanakan Desa Serang, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari Desa Serang, tetapi juga berasal dari desa sekitar dan daerah lain.

Gumbeng
Gumbeng merupakan salah satu seni musik yang berkembang di Desa Serang. Seni musik ini menggunakan alat yang keseluruhannya berasal dari batang bambu. Suara yang dihasilkan berasal dari suara batang bambu yang dipukuli. Tinggi rendahnya suara ditentukan dari tebal tipisnya serat bambu yang dikerat dan besar kecilnya batang bambu yang digunakan.

Kuda Kepang
Salah satu kebudayaan Jawa yang masih sering ditampilkan dalam acara-acara tertentu di desa serang adalah Kuda Lumping. Desa Serang memiliki group kesenian Kuda Kepang "Wahyu Turonggo Jati" yang sampai saat ini masih terus dikembangkan. 


Tek Tek
Tek Tek merupakan seni musik yang menggunakan batang bambu sebagai alat utamanya. Walaupun sama – sama menggunakan batang bambu sebagai sumber suara utama, tetapi Tek Tek berbeda dengan Gumbeng. Perbedaannya terletak pada penggunaan karet sebagai instrumen tambahan yang direkatkan pada batang bambu. Kesenian musik ini dilakukan pada acara tertentu.

Karawitan
Karawitan yang berkembang di Desa Serang dilakukan oleh anak – anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Biasanya pagelaran seni musik karawitan ini dilakukan pada saat ada even tertentu, misalnya perpisahan SD dan even tertentu di sekitar Rest Area.